Tampilkan postingan dengan label Serangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 November 2012

Minum Susu Cegah Serangan Jantung

Susu bukan hanya pelengkap makanan yang harus dikonsumsi setiap hari. Tapi, juga bermanfaat untuk menunjang kesehatan. Bahkan, menurut penelitian di Universitas Wageningen dan Harvard, minum tiga gelas susu setiap hari, mampu mengurangi risiko terkena penyakit jantung sebesar 18 persen.

Hasil penelitian ini sekaligus membantah mitos yang menyatakan bahwa mengonsumsi susu setiap hari dapat mengakibatkan penambahan berat badan dan berujung pada munculnya serangan penyakit jantung, stroke, bahkan kematian.

Rabu, 07 November 2012

Bercinta Tak Teratur Picu Serangan Jantung

Aktivitas fisik secara umum sangat baik untuk kesehatan jantung. Tetapi menurut penelitian tim dari Tufts University dan Harvard University, Amerika Serikat, jika Anda melakukan aktivitas fisik secara tidak teratur termasuk berhubungan seksual, maka bisa memicu serangan jantung.

Hal itu bisa terjadi terutama untuk orang-orang yang dinyatakan tidak sehat.  Tim peneliti melakukan review pada sejumlah penelitian sebelumnya. Mereka menemukan bahwa "aktivitas episodik" atau tidak teratur berhubungan dengan lebih dari dua setengah kali peningkatan risiko serangan jantung dan kematian jantung mendadak (sudden cardiac death).

Senin, 05 November 2012

Kelebihan Garam Picu Serangan Jantung

Masakan memang akan terasa hambar bila tak dibubuhi garam. Tapi hati-hati, garam bisa mengancam jiwa Anda bila berlebihan mengonsumsinya.

Menurut penelitian ilmuwan di Australia, kelebihan garam pada makanan berisiko menyebabkan aliran darah pada arteri utama terhambat. Hanya dalam waktu 30 menit pembuluh darah diperkirakan akan kaku. Kemudian, kondisi ini akan berpengaruh pada sistem kerja jantung.

Jumat, 05 Oktober 2012

Polusi Picu Serangan Jantung Mendadak

Semakin kotor udara yang dihirup seseorang, risiko terkena serangan jantung mendadak pun semakin besar. Partikel polusi, debu dan polutan diyakini bisa menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah penyebab penyakit jantung.

Ilmuwan dari Monash University di Melbourne menemukan, hubungan langsung antara peningkatan partikel polutan di udara dan kemungkinan serangan jantung. "Polusi udara berdampak buruk bagi kesehatan kita," kata Komisaris Lingkungan Uni Eropa, Janez Potocnik.

Jumat, 21 September 2012

Alpukat, Buah Pencegah Serangan Jantung

Bukan untuk alasan kesehatan, para wanita menghindari makanan berkalori tinggi justru untuk mempertahankan bentuk tubuh ideal. Namun justru sumber kalori inilah yang menawarkan banyak nutrisi. Menghindarkan tubuh dari berbagai penyakit dengan meningkatkan kekebalan tubuh, serta mempercantik tampilan kulit.

Alpukat
Selain mengandung lemak jenuh, alpukat juga merupakan antioksidan yang merawat kecantikan kulit. Alpukat juga memperkuat ingatan, meningkatkan kolesterol baik, dan mencegah serangan jantung.
Porsi yang disarankan untuk dikonsumsi sekitar 60 hingga 65 gram. Alpukat hanya mengandung lemak sebanyak 30 gram dan kalori sebanyak 322, oleh karena itu aman untuk mengkonsumsi alpukat setiap hari.

Kamis, 20 September 2012

Kemacetan Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Kemacetan lalu lintas adalah pemandangan sehari-hari di kota besar termasuk Jakarta. Setiap jam berangkat dan pulang kantor mau tidak mau kita pasti akan menghadapi kemacetan.
Saat jam makan siang pun lalu lintas kendaraan di Jakarta selalu padat. Jika setiap hari terjebak kemacetan, ternyata efeknya bagi kesehatan sangat berbahaya, yaitu meningkatkan risiko serangan jantung.

Sebuah penelitian di Jerman mengungkapkan bahwa seseorang yang mengalami serangan jantung lebih dari tiga kali, biasanya sering terperangkap dalam kemacetan sebelum serangan itu muncul. Risiko ini lebih besar dialami oleh wanita, pria tua, dan orang yang sering terkena nyeri dada.

Selasa, 04 September 2012

Jangan Sepelekan Lima Gejala Serangan Jantung

Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) 2005, sebanyak 30 persen kematian terjadi akibat penyakit ini.

Selain itu, penelitian yang dilakukan Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan pada 2007 di 33 provinsi, atau 440 kabupaten/kota diketahui, dari jumlah sampel yang diteliti di antara populasi semua usia di indonesia, semua usia berisiko mengalami penyakit jantung sebesar 7 persen. Sedangkan, untuk populasi usia 15 tahun ke atas prevalensi penyakit jantung diperkirakan sebesar 9,2 persen.

Statistik Blog

free counters